Kelahiran uang kertas jika dirunut dari sejarahnya telah melalui masa yang panjang, sebab ada berbagai era sebelum ditemukannya lembaran kertas berharga tersebut. Para sejarawan mencatat uang kertas pertama kali digunakan di negara China pada abad ke 7 masehi.
Mulanya, manusia tidak menggunakan uang untuk pembayaran melainkan alat tukar lain, seperti pertukaran barang, penggunaan logam, dan lain sebagainya. Perkembangan alat pembayaran ini melalui 7 tahap yang dimulai dari pra barter hingga e-money.
7 Tahap Kelahiran Uang Kertas

Membahas mengenai sejarah uang kertas memang tidak bisa singkat saja, karena ada beberapa tahapan dilalui sebelum ditemukannya alat tukar yang digunakan saat ini. Sebelum adanya alat tukar khusus, manusia menggunakan benda-benda di sekitarnya untuk bertukar.
Ada yang menukar beras dengan hasil buruan, menukar hasil buruan dengan pakaian, dan lain sebagainya. Berikut adalah 7 tahap atau sejarah perjalanan uang dari sistem barter hingga penggunaan e-money:
1. Pra Barter
Kelahiran uang kertas ditandai dengan bermulanya kehidupan manusia yang memiliki berbagai kebutuhan. Pada awal zaman, manusia masih berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri atau disebut zaman pra barter.
Pada era ini, manusia hidup sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Sebagai contoh untuk makan akan berburu atau mengumpulkan bahan pangan sendiri. Jadi, tidak membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan pokok tersebut.
2. Barter
Perjalanan kelahiran uang kertas berlanjut di era barter. Pada masa ini, manusia mulai menyadari bahwa kebutuhan hidupnya tidak bisa dipenuhi oleh diri sendiri. Hidup sebagai mahkluk sosial yang saling membutuhkan mulai dijalani. Dalam masa barter, untuk memenuhi kebutuhan hidup orang-orang mulai melakukan transaksi tukar menukar barang.
Sebagai contoh nelayan menukar hasil tangkapan ikan dengan petani yang menghasilkan beras atau gandum. Pertukaran dilakukan dengan nilai yang dianggap sama-sama menguntungkan. Sebab pada masa ini belum ada patokan berapa nilai untuk menukar satu barang dengan barang lainnya.
3. Uang Barang
Tahap kelahiran uang kertas berikutnya ialah masa uang barang. Pada masa ini pemikiran manusia sudah mulai berkembang dan menyadari ketidakcocokan dalam transaksi barter. Dengan demikian, mulailah dicari sesuatu yang dapat dijadikan sebagai pembayaran tepat sebagai pengganti sistem barter. Sebagai contoh barang seperti kulit, kopi, garam, manik-manik, sampai hasil pertanian dijadikan sebagai upah untuk pekerja.
Jadi, para pekerja di sebuah peternakan, pertanian, atau rumah, akan mendapatkan upah berupa barang-barang yang disepakati sebagai gaji mereka. Barang-barang tersebut juga dapat dijadikan alat transaksi untuk membeli sesuatu.
Pada masa ini, nilai barang sudah ditakar sehingga nilai pertukarannya diketahui dengan jelas. Misalnya, menukarkan manik-manik dengan beras maupun hasil alam disesuaikan berapa jumlah pertukarannya.
4. Uang Pasca Barang
Karena barang seperti kulit maupun kopi dirasa memiliki kelemahan yaitu tidak bisa disimpan dalam waktu lama, karena mudah rusak dan tidak tahan lama. Maka, mulailah dicari barang pengganti dengan daya tahan lama dan digunakanlah besi. Besi kemudian menjadi alat tukar pada masa ini. Sebab besi merupakan benda umum ditemukan dan digunakan dengan daya tahan lama.
Penggunaannya dimulai sejak abad 7 sebelum masehi. Di beberapa daerah seperti Ukraina, Great Scythia, Asia Tengah, Eropa Timur, Kaukasus Utara serta Rusia, menggunakan besi sebagai alat tukar untuk berbagai jenis barang. Besi akan dibentuk menjadi berbagai bentuk seperti lumba-lumba, sekop, dan lain sebagainya. Namun, pada masa ini belum dikenal nominal untuk alat tukar tersebut.
5. Koin Logam
Kelahiran uang kertas ditandai dengan munculnya koin logam pada abad ke-6 Sebelum masehi, digunakan oleh bangsa Lydia. Koin logam tercetak dari electrum, campuran emas dan perak dengan perbandingan 75:25. Pada koin terdapat cetakan gambar singa dan disebut stater atau standar dengan bentuk pejal.
Bukan hanya bangsa Lydia, ada masyarakat Aztec dan Yunani yang menggunakan koin logam untuk bertransaksi. Bangsa Yunani menjadi pencetus koin logam dengan berbagai bentuk menarik. Biasanya berupa gambar-gambar unik yang memperlihatkan nilainya. Selain pencetus, bangsa Yunani juga menyebarkan koin logam ke berbagai wilayah.
Koin ini utamanya digunakan sebagai alat tukar dalam perdagangan dengan negara seperti India maupun China. Selanjutnya, di abad ke-8 banyak bangsa mulai mencetak koinnya sendiri dari bahan baku emas dan perak.
6. Uang Kertas
Selanjutnya adalah kelahiran uang kertas yang dikenal sampai saat ini. Kemunculan uang kertas dipicu karena jumlah logam mulia sebagai bahan pembuat koin mulai menipis sehingga penggunaannya dibatasi.
Negeri China menjadi bangsa yang pertama kali menggunakan uang kertas sebagai alat tukar, tepatnya pada masa Dinasti T’ang. Penemunya adalah Ts’ai Lun yang membuat kertas pertama kali dari kulit kayu pohon murbei.
Kemudian pada masa Dinasti Song Selatan tahun 1160, mulai dicetak mata uang Huizi dan dijadikan sebagai alat tukar resmi pada masa itu. Selain bangsa China, diketahui bahwa orang Mesopotamia juga membuat kertas sebagai alat tukar, tapi gagal dan tidak laku sebab bahan baku pembuat kertas tidak sekuat ciptaan Lun
7. E-money
Tahap kelahiran uang kertas terus berkembang hingga menghadirkan e-money atau uang elektronik yang banyak digunakan saat ini. Dengan adanya e-money, tidak perlu lagi alat tukar seperti uang kertas maupun koin logam. Orang-orang hanya perlu membawa kartu atau smartphone untuk melakukan transaksi. Tinggal gesek atau scan QR dan sudah bisa melakukan pembayaran di berbagai merchant.
Disimak dari paparan di atas, tahap kelahiran uang kertas sangat panjang dimulai berabad-abad sebelum masehi dengan era pra barter, kemudian terus berkembang hingga penggunaan e-money yang banyak diterapkan saat ini.
