Sumpah Pemuda merupakan salah satu peringatan penting dalam sejarah Indonesia. Peringatan ini jatuh pada tanggal 28 Oktober dan biasanya dirayakan oleh seluruh bangsa dengan cara-cara khusus seperti berpakaian adat.
Tentunya momen Sumpah Pemuda ini memiliki makna khusus dan ada sebuah kisah di baliknya. Yuk cari tahu lebih banyak mengenai momen Sumpah Pemuda dan fakta-fakta menarik yang menyertainya.
Fakta Sejarah Indonesia Momen Sumpah Pemuda

Saat peringatan Sumpah Pemuda, biasanya akademisi dan berbagai instansi akan menggelar upacara bendera. Banyak juga yang memberi aturan pemakaian baju adat baik di sekolah maupun di instansi tertentu.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat kita masih memiliki nasionalisme yang tinggi dan punya semangat besar menyambut Sumpah Pemuda. Berikut adalah beberapa fakta tentang Sumpah Pemuda yang perlu Anda ketahui.
-
Awalnya Bukan Bernama Sumpah Pemuda
Pada awalnya, Sumpah Pemuda tidak lahir dengan nama seperti ini. Hari Sumpah Pemuda merupakan peringatan yang menandai hasil Kongres Pemuda II. Namun pada saat itu namanya adalah Putusan Kongres.
Putusan Kongres ini merupakan ikrar yang kemudian diucapkan pada Kongres Pemuda II. Kemudian untuk mempermudah peringatan momen ini, muncullah nama Sumpah Pemuda.
-
Ada Tiga Rapat di Tempat Berbeda
Perlu diketahui bahwa Sumpah Pemuda ini bukanlah ikrar yang diambil setelah satu kali rapat. Dalam prosesnya ada tiga kali rapat atau pertemuan di tiga tempat yang berbeda-beda.
Menurut catatan sejarah Indonesia, Kongres Pemuda II diadakan pada tanggal 27 dan 28 Oktober 1928. Ada tiga tempat berbeda yang dipakai untuk menggelar kongres tersebut.
Pertama ada Gedung Katholieke Jongelingen Bond, lalu lokasi kedua adalah Oost Java Bioscoop. Kemudian lokasi ketiga adalah Indonesische Clubgebouw.
-
Pertama Kali Indonesia Raya Dibawakan
Sumpah Pemuda menjadi sebuah peristiwa penting bagi bangsa ini. Bukan hanya karena pembacaan teks Sumpah Pemuda yang penuh makna tapi juga karena ini adalah momen dimana lagu Indonesia Raya pertama kali dibawakan.
Indonesia Raya merupakan lagu kebangsaan Indonesia yang diciptakan oleh WR Soepratman. Setelah perumusan teks Sumpah Pemuda, beliau diminta untuk membawakan Indonesia Raya dan ini menjadi sebuah momen yang membanggakan.
Menariknya lagi saat itu lagu Indonesia Raya hanya dibawakan tanpa syair. Hanya ada melodi biola yang terdengar saat Kongres Pemuda II.
-
Diawasi Ketat oleh Kepolisian Belanda
Kongres Pemuda II yang menjadi momen lahirnya Sumpah Pemuda ternyata digelar di bawah pengawasan ketat Kepolisian Belanda. Bisa dibayangkan bahwa kondisi saat itu mungkin cukup mencekam dan kurang leluasa bagi peserta kongres.
Kepolisian Belanda juga memberi peraturan yang harus dipatuhi saat kongres berlangsung. Pada saat itu para peserta tidak diperbolehkan menyerukan kata merdeka.
Meskipun tidak boleh menyerukan kata merdeka, namun rumusan ikrar Sumpah Pemuda tetap memiliki makna mendalam bagi bangsa Indonesia. Ikrar tersebut ikut menjadi wujud dari gerakan perjuangan kemerdekaan.
-
Gedung Kongres Sekarang Menjadi Museum
Kongres Pemuda II berlangsung di tiga tempat berbeda. Salah satunya adalah rumah di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat. Sekarang rumah ini bisa Anda kunjungi jika ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai Sumpah Pemuda.
Rumah tersebut dijadikan sebuah museum dan diberi nama Museum Sumpah Pemuda. Sebelum digunakan sebagai museum, rumah ini juga sempat dimanfaatkan sebagai gedung kantor hingga hotel.
Sumpah Pemuda merupakan sebuah peristiwa penting bagi seluruh bangsa Indonesia. Dalam catatan sejarah Indonesia, peristiwa ini memberi semangat pergerakan perjuangan kemerdekaan.
Anda bisa mengunjungi Museum Sumpah Pemuda dan menonton film-film dokumenter mengenai peristiwa ini untuk menyelami lebih jauh.
