Dulu hampir semua orang memakai motor bensin untuk berkendara. Sekarang di jalan, sudah banyak dijumpai pengendara motor listrik.
Namun, mungkin beberapa orang masih bertanya-tanya, “Apa enaknya memakai motor listrik? Kalau melewati jalan yang menanjak atau menurun bagaimana? Apakah performanya juga oke seperti motor bensin?”
Maka dari itu, dalam artikel ini Anda akan memahami perbedaan antara motor listrik dan bensin.
Perbedaan dari Segi Kebutuhan Energi

Terkait perbedaan energi, motor listrik rata-rata membutuhkan satu kali charger baterai penuh untuk bisa menempuh jarak 40 kilometer hingga 60 kilometer. Energi yang diperlukan sendiri kira-kira sebesar 1 kWh.
Untuk biaya pengisian baterai di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU, Anda perlu merogoh kocek sebesar Rp2.467 per kWh.
Namun, jika ingin mengisi baterai motor listrik dengan lebih cepat menggunakan fast charging maupun ultra fast charging maka biayanya berbeda. Untuk fast charging dikenai biaya Rp25.000 dan ultra fast charging dikenai Rp57.000.
Jangan lupa juga untuk menghitung biaya pembelian baterai di awal dan penggantian baterai per 3 sampai 5 tahun sekali.
Sementara itu, untuk motor bensin kira-kira membutuhkan satu liter bahan bakar jenis pertalite untuk menempuh jarak yang sama, yakni 40 kilometer. Update harga dari MyPertamina per 1 Oktober 2025 menunjukkan bahwa di seluruh provinsi, harga Pertalite adalah Rp10.000 per liter.
Perbedaan Pada Torsi
Motor listrik memiliki fitur torsi yang instan sehingga ketika Anda memutar gas, tenaga pun langsung tersedia secara penuh. Inilah yang akan membantu Anda menghadapi jalanan yang menanjak dengan curam.
Anda tidak perlu lagi mengatur kopling maupun menurunkan gigi motor seperti yang harus dilakukan pada motor bensin. Motor listrik pun akan melaju lebih mulus di jalanan yang menanjak.
Namun ingat, jika Anda menggunakan motor listrik pada jalanan yang menanjak, maka konsumsi baterai akan lebih besar.
Sedangkan motor bensin, untuk dapat menghasilkan tenaga yang optimal, butuh melakukan putaran mesin yang tinggi.
Anda harus mengatur gigi agar motor tenaganya tidak hilang. Anda harus pintar-pintar dalam mengaturnya. Jika perhitungannya salah, maka motor akan tersendat.
Untuk tambahan bahan bakar sendiri, dibutuhkan sesuai dengan putaran mesin yang sedang dipakai. Selama motor Anda ada bensin, maka performa tetap baik di kondisi jalan apapun.
Kaitannya dengan Stabilitas dalam Berkendara
Motor listrik memberikan rasa stabil yang lebih baik karena posisi dari baterai yang ada di bagian bawah rangka. Karena pengaruh pusat gravitasi rendah, motor jadi lebih mantap ketika melewati tikungan yang tajam dan jalan yang berkelok-kelok.
Menariknya lagi, motor listrik memiliki sistem rem yang regeneratif sehingga ketika Anda menurun, baterai bisa terisi ulang.
Berbeda dengan motor listrik, motor bensin tidak mempunyai fitur regenerasi tersebut. Namun, motor bensin lebih praktis.
Alasannya adalah karena motor bensin mempunyai infrastruktur BBM yang lebih merata. Sehingga Anda tidak usah khawatir terjadi habis tenaga di tengah perjalanan.
Dampak Lingkungan dari Motor Listrik
Motor listrik dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak adanya emisi gas buang yang dihasilkan. Sehingga tidak ada asap, tidak ada proses pembakaran BBM, dan tidak bersuara.
Inilah alasan mengapa motor listrik dianggap lebih cocok digunakan pada lingkungan kota yang sudah riuh sesak.
Apalagi ketika macet, suara dari motor bensin kadang membuat stres. Sehingga motor listrik bisa menjadi pilihan jika ingin berkendara tenang tanpa suara.
Lalu mana yang lebih baik? Pada akhirnya, baik motor listrik maupun bensin memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Untuk memilihnya, Anda hanya perlu mempertimbangkan kebutuhan.
Misalnya, harus berkendara di kondisi jalanan seperti apa dan biaya bulanan yang akan dikeluarkan. Semuanya tergantung kebutuhan Anda.
